Posted by: 3lvin | March 24, 2008

Tips membuat kompos di rumah.

komposSampah.. Saat ini masalah sampah boleh dikatakan masalah yang cukup menyebalkan dan sangat merepotkan. Sebagai contoh setiap hari sampah rumah tangga 800-2000 gram per rumah. bisa dibayangkan apabila sampah tersebut tidak dikumpulkan setiap harinya. wew.. yang pastinya rumah kita pasti akan tercium bau sampah. hehe. Untungnya para tukang sampah mengerjakan tugasnya setiap hari sehingga kita tidak perlu mencium bau sampah yang tidak mengenakan. Namun alangkah baiknya kita mengambil langkah positif dari sampah rumah kita, misalnya membuat kompos dari sampah kita sehingga kita bisa memupuki tanaman di sekitar rumah kita. Hal ini juga sangat membantu mengurangi efek global warming walaupun sedikit.

Berikut ini tips-tips untuk membuat kompos di rumah:
1. Sampah basah harus diwadahi komposter yang bisa kita buat dari ember, gentong, drum, atau tempat cucian plastik. Harus ada tutupnya, tentu.

2. Wadah dilubangi untuk sirkulasi udara. Lubang jangan terlalu besar agar tak mudah dimasuki hewan seperti tikus, lalat, dan serangga. Lubang-lubang itu pun mesti ditutup kawat kassa.

3. Tempatkan komposter di lokasi yang diinginkan. Misalnya, di halaman rumah.

4. Sebelum pengomposan dimulai, masukkan kompos yang sudah jadi ke dalam komposter sebagai aktivator.

5. Sekarang, masukkan sampah basah ke komposter. Rajang sisa sayuran kecil-kecil sebelum dimasukkan ke dalam komposter. Kemudian, sampah yang berada dalam komposter kita aduk setiap harinya, agar pada saat panen hasil kompos merata.

6. Selanjutnya, tunggu tiga hingga enam bulan, tergantung dari ukuran komposter yang kita gunakan. Jika waktunya telah sesuai dan kompos sudah berwarna coklat tua kehitam-hitaman, remah, tidak larut dalam air, dan tidak berbau, kompos siap dipanen.

Penting untuk diperhatikan adalah pertama, unsur air tidak boleh berlebih hingga kompos menjadi sangat berair.

Fungsi air yang utama adalah sebagai media mikroba untuk bergerak. Jika kondisi terlalu kering, hal itu akan memperlambat mobilitas mikroba dalam proses pembusukan.

Kedua adalah udara. Mikroba juga memerlukan udara seperti makhluk hidup lainnya.

Ketiga, suhu. Mikroba dapat bekerja di atas 40 derajat Celcius. Jika temperaturnya kurang, mahluk ini tidur sementara dan tidak dapat bekerja secara maksimal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: